Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

~AhLaN wAsAhLan....sELamAt dAtAng kE prOfiLE aNa bAkAL jEnAzAh~

~jAgA diRi..jAgA imAn..jAgA hAti..jAgA kEsElurAhannya..^__^~


salam seindah seharum kasturi

moga ukhwah kita harum mekar mewangi hingga ke syurga
dielahmujahidah90. Powered by Blogger.



muslimah pencetus muslim bertaqwa...

"Wanita yang secekal Asiyah dan Mariam selayaknya diangkat darjatnya diakhirat. Bayangkan apa yang berlaku dengan kecekalan dan sikap kuat beribadat yang ada pada Mariam? Akhirnya dari perutnya lahirlah seorang Nabi yang bakal meneruskan mata rantai perjuangan dakwah di bumi Allah." Imtiazsofea, jun 09.

Beberapa orang bertanya pada saya, "Apa yang imtiaz maksudkan dengan Muslimat pencetus muslimin bertaqwa?" Ada yang tertanya-tanya. Tapi semuanya hakikat.

Wanita itu punya kelembutan yang dikurniakan oleh Allah SWT.Oleh itu, pilihlah jalan berdasarkan akal untuk menggunakan kelembutan dan kasih sayang yang ada. Sama ada untuk melentur buluh mahupun mengeraskan besi sedia ada.

Percaya atau tidak, wanita lebih berkuasa dalam mendidik?

Wanita punya kuasa besar dalam memupuk sifat positif dalam diri kanak-kanak mahupun dewasa. Tapi sejauh manakah mereka menggunakan kuasa dan kelebihan ini kearah mardhatillah.

Asiyah zaujah Firaun, isteri Firaun. Rata-rata sudah mengenal Asiyah isteri si kejam yang berperangai syaitan iaitu firaun. Walaupun Asiyah bukanlah orang yang berjaya melentur firaun supaya menjadi manusia yang beriman dan taat pada Allah.

Tetapi atas kuasa wanitanya beliau mampu memujuk Firaun supaya menerima Nabi Musa sebagai anak angkat. Sedangkan semua tahu pada waktu itu, semua kanak-kanak lelaki akan dibunuh sebaik sahaja dilahirkan kerana salah seorang ahli nujumnya bermimpi kerajaan gah Firaun akan jatuh ditangan seorang lelaki pada masa hadapan.

(Dengan izinAllah) Mariam ibu nabi Isa, sejarah menyaksikan bagaimana kecekalan seorang wanita menerima takdir Allah yang meniupkan roh seorang nabi ke dalam rahimnya walaupun beliau tidak pernah disentuh mana-mana lelaki sekalipun. Tapi apakah yang berlaku ketika Malaikat Jibril turun kebumi menemuinya di Mihrab tempat beliau beribadat?

Beliau terima seadanya akan ujian dan takdir Allah buat kehidupannya. Anda fikir sejenak.. bagaimana beliau mendapat kekuatan untuk menerima takdir itu? Tidak lain dan tidak bukan hasil dan kesan kepercayaan penuh yang diberikan dirinya kepada Allah!

Zulaikha yang menggoda Nabi Yusuf. Masih ingat akan kisah yang diangkat darjatnya disisi Allah ini sehingga dinukilkan didalam Al-Quran kalamullah supaya menjadi pengajaran buat umat manusia?

Ya benar, Zulaikha isteri perdana menteri Mesir satu ketika dahulu nan cantik rupawan yang jatuh hati pada Nabi Yusuf yang mempunyai pakej lengkap seorang pemuda yang tampan lagi beriman.

Sehinggalah satu hari Zulaikha telah merayu Yusuf untuk melakukan perkara yang terkutuk disisi Allah. Yusuf yang mempunyai tingkat darjat taqwa yang tinggi disisi Allah telah menolak ajakan keji itu.

Baiklah , jadi untuk apa saya nukikan kembali kisah diatas disini? Adakah saya mahu memberitahu anda bahawa wanita-wanita diatas merupakan mereka-mereka yang ditulis namanya didalam AL Quran?

Tentu tidak! Lihat kembali kisah di atas. Dua kisah wanita beriman yang takutkan Allah dan 1 wanita yang berani membelakangi Allah dan berniat melakukan perkara yang hina disisi Allah.

Analisisnya mudah, semua wanita diberi kuasa dalam menilai samada perkara tersebut baik atau buruk buat dirinya.

Tetapi, apa yang ingin saya simpulkan berdasarkan kisah-kisah diatas adalah berkenaan wanita mempunyai kuasa yang hebat dalam melakukan sesuatu perkara tidak kira perkara positif atau negatif. Wanita yang secekal Asiyah dan Mariam selayaknya diangkat darjatnya diakhirat.

Bayangkan apa yang berlaku dengan kecekalan dan sikap kuat beribadat yang dilakukan Mariam? Akhirnya dari perutnya lahirlah seorang Nabi yang bakal meneruskan mata rantai perjuangan dakwah di bumi Allah.

Sangat perlu untuk kita lihat perkara ini sebagai satu penghormatan buat Mariam yakni wanita yang hidupnya hanya untuk Allah!

Kembali kepada Zulaikha isteri perdana menteri mesir satu ketika dahulu yang telah nekad melakukan perbuatan terkutuk bersama Yusuf tapi ditolak mentah-mentah oleh si pemuda berpakej iman dan akhlak itu.

Ya, masih lagi berkisarkan seorang wanita. Tapi bukan pada jalan kebaikan bahkan kejahatan.Adakah pada waktu itu Zulaikha tidak dikurniakan aqal untuk berfikir? Tentu tidak! Tetapi atas dorongan nafsu beiau terpedaya dengan ajakan syaitan yang dilaknat Allah.

Nah, terang bukan bahawa wanita itu merupakan pencetus kepada muslimin bertaqwa mahupun bukan. Jika si Ibu merupakan seorang pejuang, maka tak lain zuriat yang dilahirkan bakal menjadi seoang pejuang juga.

Tetapi jika siibu memilih jalan terkutuk untukmeneruskan kehidupan maka belum tentu anak yang dilahirkan itu bakal menjadi manusia yang berakhlak mulia ( dengan izin Allah).

Oleh itu wanita diluar sana... pilihlah jalan hidup anda secara berhati-hati! Jalan dan terhantuk baru nak terngadah.

Bentuklah akhlakmu semulia Mariam dan Asiyah sebelum kamu memberi pelajaran kepada orang lain.

melamar wanita yang baik...


Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya :

1. Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya. Selain itu, ia juga harus berusaha menjaga keridhaan suaminya, mengerjakan apa yang disukai suaminya, menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang berbincang dan berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah Ta’ala, Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan saying. (ar-Ruum:21) .

2. Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang banyak memberikan keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan keharmonian keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang menjadi harapan setiap pasangan suami-istri. Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta’ala berfirman, Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa’. (al-Furqan:74) . Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak. Demikian hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Nasa’I, al-Hakim, dan ia mengatakan, Hadits tersebut sanadnya shahih.

3. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih gadis dan masih muda. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Shahihain dan juga kiab-kitab lainnya dari hadits Jabir, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bertanya kepadanya, Apakah kamu menikahi seorang gadis atau janda? dia menjawab,”Seorang janda.”Lalu beliau bersabda, Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu? . Karena seorang gadis akan mengantarkan pada tujian pernikahan. Selain itu seorang gadis juga akan lebih menyenangkan dan membahagiakan, lebih menarik untuk dinikmati akan berperilaku lebih menyenangkan, lebih indah dan lebih menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk disentuh dan lebih mudah bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing akhlaknya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda, Hendaklah kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka mempunyai mulut yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur dan mempunyai cumbuan yang lebih menghangatkan. Demikian hadits yang diriwayatkan asy-Syirazi, dari Basyrah bin Ashim dari ayah nya, dari kakeknya. Dalam kitab Shahih al_Jami’ ash_Shaghir, al-Albani mengatakan, “Hadits ini shahih.”

4. Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga dekat, karena Imam Syafi’I pernah mengatakan, “Jika seseorang menikahi wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar anaknnya mempunyai daya piker yang lemah.”

5. Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang mempunyai silsilah keturunan yang jelas dan terhormat, karena hal itu akan berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung. (HR. Bukhari, Muslim dan juga yang lainnya).

6. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu taat beragama dan berakhlak mulia. Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya yang mulia akan menjadikannya pembantu bagi suaminya dalam menjalankan agamanya, sekaligus akan menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga suaminya. Selain itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia akan menyuruh, ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta menyenangkan suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang demikian adalah seperti yang difirmankan Allah Ta’ala, “Sebab itu, maka wanita-wanita yang shahih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminyatidak berada di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka”. (an-Nisa:34) . Sedangkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatannya adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim, Nasa’I dan Ibnu Majah).

7. Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah seorang yang cantik, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula yang akan membantu menjaga kesucian dan kehormatan. Dan hal itu telah disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits tentang hal-hal yang disukai dari kaum wanita. Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang mempunyai gambaran tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan selera dan keinginannya. Sebagian orang ada yang melihat bahwa kecantikan itu terletak pada wanita yang pendek, sementara sebagian yang lain memandang ada pada wanita yang tinggi. Sedangkan sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna kulit, baik coklat, putih, kuning dan sebagainya. Sebagian lain memandang bahwa kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan kelembutan ucapannya.

Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk menikahi wanita yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan tergoda pada wanita lain, sehingga tercapailah tujuan pernikahan, yaitu kesucian dan kehormatan bagi tiap-tiap pasangan.

tentang-pernikahan.com -

Sumber: Fikih Keluarga, Syaikh Hasan Ayyub,

Cetakan Pertama, Mei 2001, Pustaka Al-kautsar

keluarga islam....


Suatu hari, seorang ustazah travel,Dia singgah di rumah seorang sahabatnya yang mana pasangan suami isteri tersebut adalah guru biasa. Si suami seorang guru. Beliau tiba di rumah sahabatnya ini sekitar tengah hari tapi belum zuhur.Kedua-dua suami isteri ini masih di sekolah.

Walau bagaimanapun beberapa orang dari 8 orang anak mereka yang ke semuanya lelaki yang mana yang paling tua dalam tingkatan satu yang paling muda masih bayi sudah pun pulang dari sekolah. Waktu zuhur masuk, abang yang tua mengajak semua adik-adiknya yang baru pulang untuk solat berjemaah dengan dia sendiri sebagai imam.

Sewaktu dalam rakaat kedua, salah seorang adiknya yang berumur lingkungan 8 tahun pulang. Tanpa bertangguh tatkala melihat jemaah yang sedang solat, dia mengambil wudhu’ dan solat bersama jemaah, ia ikut ruku’ apabila imam ruku’. Dia ikut sujud apabila imam sujud. Dan selesai imam memberi salam,dia bangun menyelesaikan satu rakaat solatnya yang tertinggal.Subhanallah. .. adik yang berumur 8 tahun ini sudah pandai masbuk…ustazah yang melihat terkejut dan kami yang mendengar mengucap memuji ALLAH SWT.

Bayangkan betapa taatnya anak-anak yang masih kecil ini menunaikan perintah ALLAH tanpa pengawasan kedua orang tua mereka atau mana-mana orang dewasa dan tanpa disuruh-suruh. Cerita tak berakhir di situ. Ustazah bermalam di rumah sahabatnya itu.

Apabila subuh, ustazah menyangka dialah yang paling awal bangunkerana dia bangun selesai sahaja azan subuh berkumandang kalau saya tak lupa. Takjubnya dia apabila ke bilik air dilihatnya anak-anak kecil sedang sibuk ambil wudhu’. Bayangkan 7 orang anak kecil dan yang ke tujuh ntah berapa tahun sibuk mengambil wudhu’ di bilik air di waktu subuh paling awal. Si ayah menunggu anak-anaknya di tikar sembahyang dengan sabar sambil berzikir.

Mereka solat jemaah sekeluarga (termasuk ustazah).Sewaktu hendak mula solat, si ibu meletakkan anak bungsunya yang masih bayi (yang sedang jaga) di sisinya. Ajaibnya anak ini tidak menangis mengganggu jemaah sepanjang mereka solat. Dan sekali lagi cerita tak berakhir di situ.

Ustazah tersebut ingatkan hendak sambung tidur karena capek dari travel semalamnya tak tertahan lagi. Alangkah terkejutnya dia apabila hendak melipat sejadah, si ayah berputar menghadap jemaah sambil berkata, “Anak-anak…. hari ni ayah mauberi kuliah mengenai solat dan puasa…Dan 8 orang anak termasuk si ibu dengan tekun mendengar kuliah subuh yang di sampaikan.

Subhanallah. .. bila ditanya kepada si ibu mengapa didikan sedemikian diberi kepada anak-anaknya?

Dia menjawab bahawa itu persediaan dia dan suaminya sebelum mati. Mereka berharap agar anak-anak lelakinya yang 8 orang itu dapat membacakan sekurang-kurangnya fatihah untuk mereka jika ditakdirkan mereka pergi dulu. Lagipun anak-anak mereka semuanya lelaki…. Pasangan suami isteri ini tak sanggup melihat anak-anak mereka terabai tanpa pedoman..

coba kita tanya diri kita sendiri…

BERAPA BANYAK keluarga Islam hari ini yang dapat mengamalkan solat jemaah dalam keluarga

anak-anak Islam berumur 8 tahun yang pandai solat masbuk anak-anak berumur 13 tahun yang pandai mengimami solat memimpin adik-adik mereka

- ibu bapak yang berjaya mendidik anak-anak mereka

SUBHANALLAH…Sesungguhnya tanggung jawab yg diberi ALLAH SWT itu adalah suatu yang akan di hitung walapun hanya sebesah zarah



muslimah dan penampilannya....


mutakhir ini, golongan wanita yang memakai tudung sudah bertambah, alhamdulillah..golongan wanita yang menyampaikan dakwah Islamiyyah juga bertambah, alhamdulillah..namun, ada 2 persoalan yang timbul di sini apabila di rujuk kepada ilmu dan amal yang asal dan tulen iaitu sebagai Ahlul Sunnah Waljamaah..wallahua'lam..

persoalan pertama, apakah pemakaian tudung itu sudah mengeluarkan "mereka" dari menjadi fasiq? astaghfirullah..wallahua'lam..

pemakaian tudung berfesyen semakin mendapat sambutan..umpama goreng panas..iklan sahaja 1 fesyen, maka akan ada pelanggannya..

namun..apakah hukum asalnya memakai tudung? apakah utk berfesyen? wallahua'lam..

persoalan kedua, apakah golongan wanita diberi keistimewaan utk berfesyen ketika menyampaikan dakwah Islamiyyah?

hal ini sangat menghairankan..apabila adanya golongan wanita yang keluar di kaca TV serta media dengan penampilan berfesyen, adanya mekap dimuka, apakah ini dibolehkan sebagai keistimewaan ketika dakwah Islamiyyah? wallahua'lam..

2 persoalan ini perlu diteliti sebaiknya oleh golongan wanita..

begitu juga lelaki yang menjadi abang kepada adik perempuannya, ayah kepada anak perempuannya, suami kepada isterinya..dan seumpamanya..wallahua'lam..

hal ini teramat pelik sebenarnya..

apakah syarat utk berdakwah atau lebih menyampaikan ilmu Iman dan Islam terutama di TV atau seumpamanya adalah perlu bermekap, perlu berfesyen, perlu memakai wangian yang menusuk hidung dan seumpamanya?

hal ini teramat hairan..

apakah tudung yang dipakai itu mesti bersilang-silang bagi memenuhi hukum Islam?

apakah pemakaian tudung itu mesti menarik perhatian manusia yang bukan mahram sehingga memakainya dengan pelbagai warna yang cerah dan corak?

wallahua'lam..

2 persoalan utama boleh terungkai kepada persoalan-persoalan yang lain, yang lebih menghairankan, yang lebih pelik dan ganjil..astaghfirullah..

apakah ini suatu "pembaharuan"? astaghfirullah..wallahua'lam..

kepada golongan yang berkenaan..

pertama..tiada hukum sunat atau wajib utk kalian bertudung yang boleh menarik perhatian manusia yang bukan mahram kepada kalian..

apabila tiada hukum sunat dan wajib kepada amal itu, maka apakah hukumnya?

andai diletakkan hukum harus, maka ia adalah amal yang sia-sia, kerana amal itu dilakukan tidak mendapat pahala..maka mengikut ilmu tassawuf, amal yang sia-sia dilakukan adalah maksiat hati kepada Allah S.W.T..astaghfirullah..wallahua'lam..

makhruh? haram? wallahua'lam..nilaikan sendiri..wallahua'lam..

kepada golongan yang berkenaan..

kedua..tiada hukum sunat atau wajib utk kalian bermekap dan berfesyen ketika melakukan dakwah Islamiyyah..

apabila tiada hukum sunat dan wajib kepada amal itu, maka apakah hukumnya?

andai diletakkan hukum harus, maka ia adalah amal yang sia-sia, kerana amal itu dilakukan tidak mendapat pahala..maka mengikut ilmu tassawuf, amal yang sia-sia dilakukan adalah maksiat hati kepada Allah S.W.T..astaghfirullah..wallahua'lam..

makhruh? haram? wallahua'lam..nilaikan sendiri..wallahua'lam..

maka..wahai muslimah yang ku cintai dan ku sayangi..

usahlah melakukan perkara yang sia-sia utk mu..bahkan 2 amalan itu boleh menyebabkan dirimu berada dalam kemungkaran Allah S.W.T...astaghfirullah..wallahua'lam..

maka...bertudunglah dirimu wahai muslimahku...labuhkanlah tudung mu sehingga menutup dadamu..andai sampai ke pinggan sekalipun, itu lebih baik..wallahua'lam..

maka...hiaslah wajahmu secara sederhana..usah biarkan ia menjadi fitnah kepadamu..sebaiknya, tutuplah ia, kerana itu lebih baik utkmu..terutama di akhir zaman ini yang terdapatnya pelbagai fitnah dan ujian yang mencabar..astaghfirullah..wallahua'lam..

di sebalik 2 persoalan utama di atas..ada satu persoalan utama yang lain berlegar di pemikiran dan persekitaran..

apa ya..(^_^) alhamdulillah..

"kalau wanita ni tak boleh makeup, tak leh nak berhias diri, kenapa ada golongan suami yang kata boringlah isteri ni, tak pandai nak makeup, pakai baju sama aje, tak berwangian pun, wajah pun jerawat aje, tak berbedak pun, tak bergincu pun"..(^_^)

persoalan ini amat menarik..

cuba lihat kembali pada persoalan dan huraian diatas..hal di atas merujuk kepada keadaan di "LUAR" yang berhadapan dengan golongan bukan muhrim..

kalau dengan suami? pakailah makeup sampai muka jadi putih melepak pun tak apa, nak pakai pakaian seksi pun pakailah..itu suami kalian..

"jadi, kalau makeup ke, atau pakai lotion ke, mesti muka jadi putih nanti di luar sana, ya lah, pasti ada jugak walaupun basuh"..

senang aje, pakailah purdah..(^_^)

jadi...berhiaslah secantiknya di hadapan suami mu..dan tutuplah kecantikanmu apabila bukan suamimu..(^_^)

faham bukan? insya Allah..wallahua'lam..

dipetik dari status ustaz As-Syahid Mujahiddin Fillah:
http://www.facebook.com/Abdullah.mukmin#!/Abdullah.mukmin?v=wall&story_fbid=130145023684986

wanita hiasan dunia.. seindah hiasan adalah wanita yang solehah..

hanya tuhan yang tahu


ku pendamkan perasaan ini...... ku rahsiakan rasa hati ini.... melindungkan kasih yang berputik.. tersembunyi di dasar hati... ku pohonkn petunjuk Ilahi... hadirkanlah insan yang sejati... menemani kesepian ini... mendamaikan sekeping hati... oh Tuhanku... berikanlah ketenangan abadi.. untuk ku menghadapi resahnya hati ini... mendambakan kasih insan yang ku sayang.. di hati..hanya tuhan yang tahu.. di hati hanya aku rindu padamu... tulus sanubari menantikan hadirmu... hanyalah engkau jejaka pilihanku... kerana batasan...adat dan syariat.. menguji kekuatan..keteguhan iman... insan yang berkasih...... simpanlah rahsia hatimu....simpanlah....ku tahu...dikau mampu...sama2 kita mujahadah....insyaallah...allah telah menjanjikan yng terbaik wat hambanya..insyaallah..waallahualam.......^_^

bud@k p$!k0: C I N T A....

http://budakpsik0.blogspot.com/2010/09/c-i-n-t.html#links

blogger widgets