Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

~AhLaN wAsAhLan....sELamAt dAtAng kE prOfiLE aNa bAkAL jEnAzAh~

~jAgA diRi..jAgA imAn..jAgA hAti..jAgA kEsElurAhannya..^__^~


salam seindah seharum kasturi

moga ukhwah kita harum mekar mewangi hingga ke syurga
dielahmujahidah90. Powered by Blogger.



Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts
~Aku suka dgn caramu mencintaiku~


Bismillahirrahmaanirrahiim..

Terdiam diri seketika tatkala dalam sedang asyik berjuang, tiba2 hadir sebuah warkah misteri yang begitu menyentuh kalbu….

~Aku Suka Dengan Caramu Mencintaiku~

[untukmu]


Dalam kisah ini ada dua hamba Allah yang sedang di uji keimanannya,
seorang Adam dan Hawa. Berhadapan dengan ujian mengenai soal Cinta dan perasaan yang di mana keduanya belum siap untuk melangkah ke depan,iaitu pernikahan...

Maka dari itu apa yang harus mereka lakukan adalah MENCINTAI DALAM DIAM…
kata-kata inilah yang menjadi tiang,dan mereka bersepakat untuk berteman…..

Adam itu sempat mengirimkan warkah cinta berbau syurga,jika aku simpulkan, warkahnya itu berbunyi…


AKU CINTA KAMU KERANA ALLAH..
sering aku mendengar bicara "Cinta" ini, bahkan mungkin sejak aku di bangku sekolah lagi,
tapi bicara "Cinta Kerana Allah", baru saat ini aku mendengarnya tika aku mengenalmu,

lalu apakah yang dinamakan "Cinta Kerana Allah"itu?

jika sekarang aku mengatakan….

"wahai Ustazah,aku mencintaimu kerana Allah",
apa yang membuatmu mempercayai kata-kataku?
aku rasa bukan kerana aku menuruti semua kemahuanmu dan membiarkan kau melakukan apapun yang kau suka bukan?
bukan...aku rasa bukan itu..


maka akan aku katakan "Aku Mencintaimu Kerana Allah..."

ketika aku menyayangimu kerana aqidahmu,

ketika aku meluruskanmu kerana tak ingin kau berbelok arah..

ketika aku mendoakanmu tanpa kau tahu..

ketika aku berlapang dada dengan teguranmu..

ketika aku tersenyum untuk kebahagiaanmu..

ketika aku menguatkan saat kau mulai terjatuh..

ketika aku sekuat tenaga tanpa jemu membantumu..

ketika aku begitu cepat melupakan kesalahanmu…

ketika aku membuka lebar-lebar pintu kemaafan untukmu..

ketika aku menjaga rahsiamu..

dan ketika terkadang aku perlu melepaskanmu dengan penuh keikhlasan..

jika Allah yang memintaku untuk mencintaimu dan aku melakukannya,dengan izin Allah dan semoga hanya kerana Allah..

Sahabatku,apa kau juga "mencintaiku kerana Allah"?.......

(inilah penyampaian seorang adam)


subhanAllah,aku bergetar membacanya dan sangat kagum akan kesolehannya,
terima kasih ya Allah,Engkau telah mempertemukan aku kepada hamba yang selalu membawaku ke jalan yang benar.

dan dalam diam, hatiku berbicara,
"Dalam diam aku mencintaimu,aku serahkan rasa ini kepada Sang Pemilik Hati...kerana dengan cara ini aku yakin jika Allah menjodohkan kita,maka Allah akan mempertemukan Kita,
masih ingatkan salah satu ayat Allah yang berbunyi,

"wanita baik untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya"
itulah janji Allah yang terkandung dalam kitabNya..

aku belum berani mengatakan "Aku Mencintaimu" kerana aku sendiri belum cukup mencintai Tuhanmu,sebelum aku mengatakan aku mencintaimu,Maka., izinkan aku mencintai Tuhanmu terlebih dahulu..


aku yakin dengan imanmu, kau bisa menjaga izzahku.. Terima kasih aku ucapkan kepadamu wahai Adam yang selalu menyedarkan aku dikala aku lalai..

Maka akan aku jadikan penantian ini sebagai jalan menuju keberkatan dengan

Taqarub ilallah(mendekatkan diri kepada Allah)

Tholabul'ilmi(menuntut ilmu)

islah(memperbaiki diri)

selalu menjaga hijab dan izzahku

di celah-celahan waktuku dengan Rabb ku,ku isi penantianku dengan ukiran tinta cintaku dengan syair Doa untukmu..

aku curahkan segala perasaanku kepadamu dalam lembaran-lembaran diariku selama dalam penantian...

Tentang Cinta Dan Rindu,tentang Harapan dan Doa,meskipun saat ini kau tak tahu surat itu,akan aku berikan surat itu saat waktunya tiba,saat diriku dan dirimu terikat kukuh oleh mitsaqan Ghalizah(perjanjian yang berat)yang Allah telah menjadi saksinya….

biarlah waktu yang bicara,kerana waktu tak pernah berdusta...

InsyaAllah hatiku sentiasa terjaga dalam persinggahan Cinta yang Agung saat ta'aruf ku berlabuh...

InsyaAllah jika Allah menjodohkan kita, moga ia mengalir indah di Mahligai Rumah Tangga..

bila yakin telah tiba,
teguhkan Azzam di dalam jiwa,
kesabaran itu bisa menjadi Bunga…

untukmu calon imam ku...



~Warkah Cinta Buat Mujahidku~



Mujahidku, apa khabar?

Apa kabar dengan hati yang masih dalam perjuangannya demi menggapai redhaNya?
Apa kabar dengan setia dan kejujuran?

Semoga saat ini kau baik-baik saja..

Penatku, penatmu saat ini semoga tetap utuh berpijak di jalanNya..

Semoga mendung ini kau nikmati juga..

Supaya kau merasa sejuk setelah seharian bercampur debu..


Mujahidku,

Aku rindu dalam serindu-rindunya tentang takdir kita..

Semoga saat ini Penghulu kita menjagamu..

Melindungimu di jalanan yang terik..

Atau di lautan yang terhampar luas..

Atau …

Bahkan di musim yang berbeza?

Aku takkan pernah tahu….

Namun tahukah kau?

Aku selalu yakin akan takdirNya…


Mujahidku,

Semoga saat ini Dia menjaga hatimu..

Mata, pendengaran, jiwamu..

Semuamu, untukku!

Pun aku, semoga DIA membantuku,

Untuk menjaga kehormatanku, jiwaku, jasadku

Semuaku, untukmu!

KeranaNya semata-mata..


Mujahidku,

Tahukah kau?

Saat ini aku berdoa untuk keselamatanmu..

Semoga saat ini kau masih teguh

Di jalan yang DIA bentangkan untukmu……


Mujahidku,

Saat kita penat lelah berfikir dan jasad begitu menggila..

Saat seruan-seruan dakwah ini

Mengajak kita berputar bersamanya…

Sungguh, aku hanya berharap DIA redha,

Atas apa yang aku dan kau lakukan , Meskipun kau entah di mana…


Mujahidku,

Entah kau di mana…

Tidak sesekali aku melukis jasadmu..

Tidak sesekali aku mereka-reka, atau membayangkan bagaimana tentangmu…

Sebab mujahidku, tahukah kau?

Aku mencintaimu sebelum mata ini memandang,

Aku mencintaimu sebelum telinga ini mendengar,

Dan Aku mencintaimu sebelum hal2 tipu daya merosak semua ketulusanku atas siapa pun kau!

Dan aku ingin menjaganya tetap begitu SEDERHANA….


Ah, mujahidku…

Semoga kau lantunkan doa yang sama pada Pemilik kita,

Sebab takdirku dan takdirmu ada di genggamanNya

Dan kita tidak akan pernah tahu…


Mujahidku,

Dalam sujud-sujud panjangku, aku merayuNya

Menyelipkan doa semoga aku pantas mendampingimu…

Entah siapa pun kau, di mana saat ini adamu..

Namun …

Ada hormat..

Ada rindu…

Kepercayaan…

Yang memberiku seharum energi kasih..


Mujahidku,

Sungguh aku hanya ingin menjaga diriku, jiwaku

Mempersiapkannya..

Menghadapinya…

Agar suatu saat DIA berkendak..

Dan membuatkan pertemuan antara kita..

Aku telah siap mendampingimu..

Dan kita akan tapaki jalan dakwah yang kita pilih serta cintai

Hingga hanya Allah muara akhir semua cinta kita..

Menuju hingga ke jannah…


Sebelum sampai saat itu, akan ku tetapkan hatiku hanya untukmu..

InsyaAllah… Ameen Ya Rabb….

Salam kasih seindah seharum kasturi,

Mujahidahmu..

~Duhai Nakhodaku~


~**~ Dûhãî ñãhkõdãkû ~**~


Duhai ñãhkõdãkû.......
Siapkanlah dirimu untuk menjemputku
Disinipun aku sedang mempersiapkan diri, supaya…


Kelak perahu kita tidak terbalik, terhempas ombak
Agar layar kita tidak terhembus angin


Supaya perahu kita bisa bisa menampung banyak penumpang lainya
Menuju tujuan akhir yang baik


Duhai hatiku.......
Sesungguhnya janji Allah itu pasti
Tetaplah persiapkan diri, agar yang datang kepadamu
Adalah nahkoda yang baik, memiliki bekal yang cukup
Dan langkah yang baik untuk mencapai tujuan


Duhai ñãhkõdãkû.....
Disini aku menguntai kata, mempersiapkan diri dan mengukir senyum
Semoga penantian kita akan berakhir dengan indah iaitu..dalam sebuah ikatan suci dalam pernkahan aamiin Allahumma Aamin...

~Kasih Tercipta~



Ukhuwah yang dibina biarlah seperti seutas tasbih..

Ada awal… tiada penghujungnya…

Dicipta untuk mengingatiNya..

Dibahagi untuk cintaNya..

Diratib demi redhaNya…..

SaLam Ukhuwah…

Indahnya ukhuwah itu… bila mana kita bertemu dan berpisah hanya kerana Allah..


Ukhuwah itu sangat indah bukan? Terlalu indah… jabat tangan dan peluk erat berbalut hangatnya salam menghiasi saat bersua dan diikuti bergugurannya dosa-dosa.. wajah-wajah nan penuh pancaran senyum tersorot kala berjumpa walau ada yang saling tak kenal. Keresahan dan kerisauan jelas terlihat dan tumbuh mekar di setiap diri ketika ada yang sakit… Bantuan demi bantuan berduyun-duyun datang ketika ada yang ditimpa musibah.. Sentiasa saling mengingatkan ketika ada yang hampir “jatuh ke jurang” maksiat.. Sentiasa bersama ke setiap majlis ilmu di mana salah seorang berkongsi mutiara nasihat kemudian yang lain berderai air mata menimba hikmah.. Sungguh manis rasanya…






“Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah” (HR Abu Daud dari Barra’)


“Janganlah engkau meremehkan kebaikan(apa saja yang datang dari saudaramu), dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kebahagiaan” (HR Muslim)


UKHUWAH…. Terlalu indah untuk diungkapkan dan terlalu manis pabila dihiasi dengan kasih sayang, kejujuran dan keikhlasan. Ukhuwah.. tidak semua manusia menghargai sebuah ukhuwah tersebut. Dan tidak semua yang merasai kemanisan ukhwah tersebut andai tidak mempraktikan ‘give and take’. Kekadang ukhwah itu hanya manis meniti di bibir, namun sukar untuk direalisasikan. Kekadang.. kerana sebuah ukhwah, air mata sering menitis kerananya.. ukhuwah… ukhuwah itu terlalu bererti buatku Ya Allah… Ya Rabbi, Peliharalah, Rahmatilah dan redhailah ukhuwah kami…..





Sahabat.. saya sedar, saya insan serba kekurangan.. maafkan saya andai sepanjang kita berukhuwah, ada perkara yang saya buatkan kalian rasa tidak selesa, terkilan, kecewa, terasa hati dan sebagainya… saya sentiasa doakan moga ukhwah kita berkekalan hingga ke jannah. Andai kata pernah ada salah faham antara kita, diharapnya tiada yang menyimpan rasa di hati. Redhakan lah ia, let gone by gone. Mungkin untuk terus kekal seperti dulu agak sukar direalisasikan, tapi tak salah untuk kita terus berukhwah, insyaAllah, He knows better.. sahabat…. Saya mengasihimu kerana ALLAH dan ku pinta kasihiku kerana ALLAH juga. ku garapkan coretan ini khas buat yang bergelar sahabat.. yang mengenaliku sebagai sahabat teman kawan dan rakan…… Moga indah ukhuwah kita bertemu dan berpisah kerana ALLAH TAALA RABBUL IZZATI YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG…..

"Indahnya suatu persahabatan itu apabila ia wujud kerana Dia. Indahnya bila cinta yang ada kerana Dia. Indahnya kasih sayang yang wujud kerana Dia. Indahnya bila segalanya disandarkan hanya kerana Dia. Indahnya bila segala perbezaan disatukan kerana matlamat yang satu, iaitu menggapai redha-Nya.

Kita semua berbeza. Maka berlapang dadalah. Jangan biarkan penyakit-penyakit hati meraja dalam diri. Sebab pasti, kita yang akan rugi."

“bila ada kesatuan hati walau jauh di mata, walau terpisah antara benua, namun kalian dekat dihatiku..tiada curiga, tiada prasangka, tiada lagi penyakit2 hati yang beraja setelah berjaya melalui beberapa tingkatan proses dlm menjalin ukhwah..moga kalian bisa menjadi tetanggaku di syurga nanti…”


Salam seindah seharum kasturi,

Dielah mujahidah

~Cemburukah Aku??~



Cemburukah aku??? Iya. Mungkin ya, mungkin tidak..

Apa petanda ini?

Cinta? Sayang? Rindu? Benci? Oh my.. bukanlah..

Yang penting, ku akui, aku cemburu padanya..


CEMBURU PADA SEMANGAT PERJUANGANNYA…


Rata-rata sedang asyik bercerita tentang kisah dia dan pejuangannya.

Dulu dari biasa2, hinggakan sekarang menjadi tumpuan ramai.

Tersenyum diri tatkala dapat pesanan ringkasnya yang berbunyi…


“……terasa agak tertekan bila menjadi tumpuan ramai ni.. rasa macam artis dah.. stress…..”


Bah.. memang tak dapat dinafikan, secara tak sedar, kau sudah menjadi sebutan ramai. Kau dan sahabat2 seperjuangan menjadi ‘idol’ dalam mahasiswa terus bangkit mempertahankan hak mahasiswa. Biar darah menjadi taruhan, kau dan sahabat2 kau tetap mara terus berjuang, tanpa sedikit menoleh ke belakang.


Semangat juang yang ada pada dirimu sedikit sebanyak ‘meresahkan’ diriku. Manakan tidak, aku tidak punya semangat kental seperti. Aku cemburu! Iya, cemburu!


Teruskan perjuanganmu wahai sahabatku. Aku bangga dan bahagia punya sahabat yang kental semangat juangnya. Ingin sekali ku berjuang bersamamu, tapi belum punya rezeki. insyaAllah, ada rezeki, dapat kita semua sahabat berkumpul, berjuang di JALANNYA. Walau di mana kau berada, ku sentiasa mendoakan yang terbaik buat sahabat2ku. Teruskan perjuangan kalian bagi menggapai redhaNya. Tak Kan HILANG ISLAM di DUNIA. Ayuh, sama2 kita berbangkit, menjadikan syahid impian kita bersama.. TAKBIR… ALLAHUAKBAR!!...


*Tinggal lagi 5hari untuk pulang ke desa tercinta.. doakan moga segalanya berjalan lancer.. amin..

Sayang sahabat Semua….


~Mawar Yang Keliru~



~ “Mawar Yang Keliru” .. Dari dia buat si dia… ~





Salam sayang buat mawarku..


Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Demi Tuhanku yang diriku di bawah penguasaan-Nya dan sentiasa dalam pengawasan-Nya, aku tidak menulis melainkan untuk mengabdikan diri kepada-Nya dan dengan izin-Nya. Sesungguhnya aku menulis dengan penuh kasih sayangku kepadamu sebagai seorang sahabat, sebagai seorang saudara seagamaku. Aku tidak inginkan melainkan kebaikan bagi dirimu dan bagi diriku agar kita sama-sama beroleh syurga yang sangat kita impikan di pengakhiran sebuah perhitungan.


Wahai Mawar,


Cinta itu letaknya di hati dan hati itu milik Allah. Tidak mungkin kita dapat menyentuh hati seseorang tanpa izin Allah dan jika Allah tidak mengkehendaki. Tidak patut kita serahkan hati kita yang dimiliki Allah itu kepada orang lain untuk dikuasai atau diperintah. Bahkan memang sepatutnya kita serahkan jiwa dan raga kita seluruhnya kepada Allah. Adapun rasa cinta yang lahir sesama manusia itu hanya jalan menuju cinta Allah. Janganlah sekali-kali kita menukarkan tujuan cinta di hati yang sepatutnya untuk Allah kepada manusia hanya kerana kita dapat melihat manusia dan kita tidak dapat melihat Allah, kita cuma merasa dan melihat keindahan segala ciptaan-Nya. Kita lupa dan selalu tidak sedar hakikat segala keindahan itu adalah milik Allah. Jadikanlah cinta kepada manusia itu sebagai jalan menuju Tuhan, bukan matlamat dan pengakhiran destinasi cinta. Maka engkau akan lebih tenang menerima segala penolakan.


Wahai Mawar,


Hati kita meronta untuk mencintai dan dicintai. Alangkah remuk redamnya hati tatkala apa yang kita cintai tidak kita miliki. Alangkah kecewanya jiwa tatkala cinta kita tidak dibalas oleh orang yang kita cintai. Ternyata hati itu bukan milik kita, ia milik Allah. Kita tidak bersalah tatkala cinta itu lahir terhadap seseorang, tetapi kita keterlaluan tatkala kita memaksa ia kepada seseorang. Bukankah sepatutnya kita redha dengan ketentuan Allah yang tidak menumbuhkan cinta terhadap kita di hati orang yang kita cintai? Alangkah zalimnya kita tatkala kita tidak dapat menerima apa yang telah ditetapkan oleh Allah. Sedangkan saban hari kita sering tidak menghargai cinta Allah, kita tidak pula membalas segala anugerah cinta yang Allah berikan kepada kita pada setiap hembusan nafas, pada setiap detik kehidupan yang kita lalui. Bukankah Allah lebih layak untuk murka kepada kita kerana kita tidak membalas-Nya dengan ketaatan yang sepatutnya?


Wahai Mawar,


Allah menjanjikan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik. Yakinlah akan janji Allah, sesungguhnya Allah tidak memungkiri janji. Perbaikilah setiap inci kehidupanmu agar engkau termasuk di kalangan orang yang beroleh pasangan yang baik. Allah tahu tentang dirimu lebih daripada engkau sendiri. Maka Allah telah menetapkan untukmu lebih baik daripada apa yang engkau kehendaki. Boleh jadi engkau mencintai sesuatu tetapi ia buruk bagimu dan boleh jadi engkau membenci sesuatu tetapi ia amat baik untuk dirimu. Pada setiap persimpangan kehidupanmu, apakah engkau merasakan bahwa Allah tiada bersamamu? Bahkan dia sentiasa mendengar dan melihatmu. Persoalannya, apakah engkau sudah merintih pada-Nya, meminta pada-Nya dan memperlihatkan apa yang sepatutnya kepada –Nya? Aku berlindung dengan Allah daripada menjadi hamba yang kufur dan lupa diri.


Wahai Mawar,

Sungguh cinta itu telah menjadi faktor yang dapat mengubah sesuatu kepada lebih baik atau sebaliknya. Ada manusia biasa yang berubah menjadi wali krn kuasa cinta, dan ada pula yang bisa menjadi hina krn dikuasai cinta. Ya, tamadun itu berkembang dan boleh jadi hancur krn cinta. Tidakkah engkau melihat Taj Mahal yang terbina krn cinta? Sebaliknya, ada pula yang membunuh krn cinta. Persoalanku kepadamu, apakah engkau ingin berubah krn cinta ke arah Redha Allah atau mungkin lebih jauh daripada Allah?


Wahai Mawar,

Aku tidak mengatakan bahwa aku mengetahui segala isi hatimu atau segala kekacauan yang mengisi jiwamu. Aku cuma ingin berpesan agar engkau tidak meletakkan keinginanmu lebih tinggi daripada ketentuan Allah.


Aku ingin engkau mengerti bahwa milik Allah lah segala kejadian. Kemudiannya aku ingin engkau membawa kefahaman tersebut kepada pengamalan dalam kehidupan yang kau lalui agar ia hidup bersamamu di dalam setiap inci kehidupan.


Janganlah engkau mengatakan bahwa engkau mentaati Allah di saat hidupmu bergelumang dengan jahiliyah. Aku juga sepertimu, anak muda yang bergelora jiwanya. Maka aku berpesan kepadamu agar aku juga dipelihara Allah daripada segala penyelewengan dalam memahami hakikat cinta..

Khas Buat Mu, Mawar Yang Keliru


~Rindu Padamu~



Pernah tak kita merindui seseorang dan berasa terlalu rindu?



Kita dengar tentang dia dari sahabat2 kita, sedangkan kita tak pernah pun jumpa dia, ataupun berborak dengan dia..



Apa yang kita tahu, dia wujud.. wujud dalam kehormatan dan keunggulan..



kita nak sangat berjumpa dgn dia, tetapi kita tak dapat.. kita nak sangat buktikan cinta pd dia..tapi kita tak sempat…



Kita nak sangat ucapkan kata rindu pd dia, tapi kita tak larat..



Kita nak setia dengan dia, tetapi kita selalu buat sesuatu yang tidak disukainya.. kerana kadangkalanya, kita mengenali dia, tapi belum tentu dia mengenali kita.. Hati terluka, dia tiada untk membangunkan kita…



Mereka selalu menangis kerana cinta, tak semestinya cinta mereka ditolak, adakalanya, diri mereka terikat dengan cinta, hingga tak tahu mana pangkalnya dan mana jalan keluarnya andai saja hati di surung kerinduan…


Rindu.. sesuatu yg tak dapat digambarkan dgn kata2..



tetapi dapat dirasa di dlm hati.. setiap manusia yg mempunyai hati yg murni mempunyai perasaan ini.. hatta kekasih Allah juga mempunyai perasaan rindu..



teringatku satu kisah dimana Rasulullah saw pernah bersabda:


“Aku rindu pada ikhwanku.”Rasullullah memecah keheningan.



Suasana di majlis pertemuan itu hening sej...enak.


Semua yang hadir diam m...em...batu. Mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi Saidina Abu Bakar.



Itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan demikian. Seulas senyuman yang sedia terukir dibibirnya pun terungkai. Wajahnya yang tenang berubah warna.



“Apakah maksudmu berkata demikian Ya Rasululllah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu? ” Saidina Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mula menyerabut fikiran.



“Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku .” sahut Rasulullah bernada rendah.



“Kami juga saudaramu, wahai Rasulullah,” kata seorang sahabat yang lain pula. Rasulullah menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum.



Kemudian baginda berkata: “Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku sebagai Rasul Allah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka.”


Rasulullah telah mengungkapkan kerinduannya pada ummatnya.. Namun, Ya Allah, layakkah aku merinduimu kekasihMu, Rasulullah….???


Aku menanti hikmahnya kesabaran, dan hikmahnya kepercayaan..insyaAllah.. tunjukkan aku jalan Mu…


*Ayuh.. perbanyakkan kita merindui yang BERHAK dari merindui 'mereka' yang boleh melalaikan kita.... ayuh! perbanyak selawat dan salam ke atas Nabi Junjungan kita, Muhammad s.a.w.....

~Tak Couple Maka Tak Kenal??~



Assalamu'alaikum.

Ada orang bangkitkan.

"Kalau tak couple, macam mana nak kenal hati budi orang itu? Macam mana nak tahu dia baik ke tak? Macam mana nak pastikan dia sesuai dengan kita atau tidak?"

Kemudian katanya,

"Kalau bercinta itu hanya selepas kahwin, macam mana kalau lepas kahwin tup-tup tak jadi cintanya. Macam mana?"

Pertamanya, saya suka nak sebut.

Saya tak ajar kata tak ada bercinta sebelum kahwin. Saya kata ada. Tetapi tidaklah bercinta versi hollywood atau versi melayu, atau versi korea atau versi jepun yang kita sering lihat di kaca TV atau realiti kehidupan. Bercinta versi Islam. Sebelum kahwin pun ada.

Rujuk lebih lanjut berkenaan hal itu di sini ----> Hilal Asyraf

Tak couple maka tak kenal?

Baiklah. Kita masuk ke dalam bab asal. Kalau tak couple, macam mana mahu kenal?

Sebenarnya, Islam ini tidaklah se'rigid' yang disangka. Islam meraikan fitrah manusia. Macam saya kata, Islam tak haramkan seks. Tetapi Islam mendidik kita untuk meletakkan seks pada tempatnya(yakni selepas perkahwinan), agar nasab(salasilah keturunan) manusia terjaga, dan tidak pula manusia dijangkiti penyakit merbahaya.

Begitulah dalam hubungan lelaki dan perempuan. Islam tidak haramkan langsung. Tetapi Islam mendidik kita untuk meletakkannya pada tempat sepatutnya. Dan couple, bergaul tanpa batas, bukanlah apa yang Islam didik dalam hubungan lelaki perempuan.

Kalau kita perhatikan secara jelas, satu-satu organisasi Islam itu, digerakkan oleh lelaki dan wanita. Bersama-sama. Mereka berhubungan. Tetapi dalam batas yang ditetapkan. Tidak pula berlebih-lebihan, dan jauh sekali melanggar hukum syara'.

Dalam isu rumah tangga, membina rumah tangga bukan perkara yang kecil. Mustahil di dalam Islam, benda sebegitu besar, disuruh membinanya dalam keadaan gelap. Islam yang indah ini, pastinya mendidik ummatnya agar membina sesuatu yang besar seperti rumah tangga ini, dalam keadaan jelas, keadaan faham, dan berhati-hati.

Maka di antara step dalam membina rumah tangga di dalam Islam adalah ta'aruf, yakni berkenalan.

Tetapi, indahnya Islam ini, tiadalah perkenalan itu dilakukan semberono sahaja. Tetapi berjalan dalam keadaan terjaga, bersih, dan menyenangkan. Tidak pula membawa kepada maksiat, dan tidak pula memberikan keburukan.

Tak couple maka tak kenal?

Itu pada saya hanya satu ketakutan kita, dalam meninggalkan sesuatu yang kita nampak 'biasa'.

Kita biasa nampak orang kalau nak kenal, dia couple dulu. So, bila kita diajak meninggalkan 'kebiasaan' itu, kita risau.

Saya memahami kerisauan itu. Tetapi jalan yang kita mahu ambil sekarang adalah jalan yang Allah SWT sarankan.

Tidakkah kita membaca firman Allah SWT:

"Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan. Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya." Surah An-Nur ayat 30-31.

Kalau benar suka, bergeraklah.

Kalau benar suka, jatuh cinta kepada seseorang, selain saya tidak menafikan keperluan kita melakukan Istikharah, berdoa kepada Allah SWT, kita juga perlu bergerak berusaha.

Tetapi apakah berusaha ini dengan mengorat? Tidak.

Bagaimana kita boleh hendak beribadah(rumah tangga adalah ibadah) sekiranya kita memulakannya dengan maksiat kepada Allah SWT?

Tetapi apakah ketaatan kepada Allah itu akan merencatkan usaha kita untuk membina rumah tangga ini? Sama sekali tidak.

Kalau sudah suka, maka pertama sekali buatlah background checking. Saya amat tekankan perkara ini. Anda kenal dengan siapa yang rapat dengan orang yang anda suka itu? Tanyakan.

Saya sendiri, bila jatuh hati dengan perempuan yang saya suka, saya pergi bertanya kepada yang rapat-rapat dengannya. Senior-senior, ustaz-ustazah, keluarga, untuk tahu berkenaan dirinya. Saya hingga pergi berziarah ke rumah perempuan yang saya suka. Berkenalan dengan ibu bapanya. Tinggal masa itu saya tidak nyatakan hasrat saya. Sebab saya sekadar nak tengok, perempuan yang saya suka ini, keluarganya bagaimana. Rumahnya bagaimana.

Kita perlu ingat, kita perlu dipandu keimanan di dalam hal ini, bukan dipandu rasa. Sebab itu, background checking adalah perlu. Kita bukan ikut rasa suka kita semata-mata. Suka, terus nak kahwin. Jangan demikian. Buat background check dulu.

Kata nak berkenalan kan? ^^

Ustaz Dahlan bin Mohd Zain ada ajar saya bahawa, bila benar-benar hendak berkahwin ini, mengintai tingkah laku orang yang kita berkenan itu pun dibenarkan. Sebab, kita nak kahwin dengan orang yang betul-betul menyenangkan kita. Jadi, adalah dibolehkan untuk kita mengintai mereka. Tetapi bukanlah mengintai hingga ke privacy mereka. Dan dengan syarat, benar-benar untuk berkahwin. Bukan berniat jahat, bermain-main dan sebagainya.

Jadi, jelas. Background check. Itu level pertama 'berkenalan' dalam hal nak betul-betul nak berumah tangga ini.

Kemudian, bila sudah berpuas hati, rasa dia ok dengan kita, maka buatlah move yang kedua.

Iaitu hantar wakil untuk menyatakan perasaan kita kepadanya.

Tetapi pun, hal ini, lihatlah kondisi diri.

Kalau diri tu masih sekolah, kalau diri itu masih tidak mampu sara hatta diri sendiri, ibadah masih tunggang langgang, fikir-fikirlah panjang-panjang.

Saya, secara peribadi tak ada masalah dalam bab umur, or bab tak ada duit. Asalkan, saya ulang, asalkan, kita lakukan dulu perbincangan dengan kedua-dua ibu bapa kita, penjaga kita. Yang ada ustaz ustazah yang kamcing dengan kita tu, bawak-bawaklah ustaz ustazah itu juga masuk dalam perbincangan ini. Tanya pendapat. Kalau semua rasa kita sesuai teruskan perkara ini, teruskan.

Baik, masuk bab hantar wakil itu semula. Yang lelaki hantarkan wakil, mak ayah, penjaga dan sebagainya. Saya tak galakkan hantar wakil dari kalangan rakan-rakan. Kerana, siapa tahu sejauh mana rakan-rakan anda itu 'jauh lebih matang daripada anda'. Wakil ini, bukan taraf posmen karat. Wakil ini, perlulah dari kalangan orang yang anda boleh percaya dia, yang dia itu boleh tarik anda, perbetulkan anda kalau anda salah. Jadi, saya prefer ibu bapa, penjaga, mas'ul atau mas'ulah, dan yang setaraf dengannya.

Yang perempuan pun sama. Selepas buat background check, hantarlah wakil.Kenapa penting hantar wakil ni? Kenapa tak boleh main pendam sahaja sampailah tiba-tiba jejaka/puteri idaman hati itu tiba-tiba datang kepada kita?Saya sudah jelaskan dalam note yang lepas.

Kalau tak bagitahu, tak make the move, akan ada dua situasi.

situasi 1 --> Pendam lama-lama, tup-tup dia tak suka kita pun. Frust sahaja bertahun-tahun bazir waktu. Sedangkan, kalau kita tahu, kita boleh sahaja mula cari yang lain pula.

situasi 2 --> Pendam lama-lama, tup-tup rupanya dia suka kat kita. Tinggal kita lambat buat move, dia kahwin dengan orang lain.

Jangan cakap kat saya fasal "dah tak ada jodoh, nak buat macam mana"

Di sini, walaupun kelihatan anda seperti redha dengan takdir, sebenarnya anda lebih kepada menyalahkan Allah SWT.

Sebab sebenarnya, yang salahnya adalah anda. Setiap musibah yang menimpa kita, hakikatnya adalah perbuatan tangan kita sendiri.

“Dan apa jua yang menimpa kamu dari sesuatu kesusahan (atau bala bencana), maka ia adalah disebabkan apa yang kamu lakukan (dari perbuatan-perbuatan yang salah dan berdosa); dan (dalam pada itu) Allah memaafkan sebahagian besar dari dosa-dosa kamu.” Surah Asy-Syuura ayat 30.

Kemudian, apabila diterima, kita biasanya akan masuk ke alam pertunangan.

Di alam pertunangan inilah sebenarnya kita memanjangkan lagi ta'aruf.

Janganlah sampai tidak berhubung langsung. Kononnya hendak menjaga syara'. Hendak menjaga diri dari zina hati kononnya. Berhubunglah. Tetapi dengan batas. Pastikan penjaga tahu, ibu bapa tahu bila kita berhubung. Dan sebenarnya, perbanyakkanlah berhubung dengan penjaganya, berbanding berhubung dengan tunang kita. Eratkanlah hubungan kekeluargaan, perdalamkanlah ta'aruf dengan banyak bertanya kepada kedua ibu bapanya. BEerta'aruf dengan pasangan sepanjang pertunangan juga penting, tetapi berpada-padalah. Nasihat saya, banyakkan berhubung dengan ibu bapanya, dengan ahli keluarganya yang lain.

Dan kalau perlu berbincang sesuatu perkara, berbincanglah pakai telefon. Tiada salahnya. Janganlah kerana terlalu nak menjaga, berbincang hanya di atas email dan sms sahaja. Tulisan ini, orang boleh interprestasi 1001 macam interprestasi. Maka situasi perbincangan, berjumpalah(dengan ibu bapa ada sekali) atau pakailah telefon, skype ke, bukannya salah. Nak bina rumah tangga. Kenalah serius. Betul-betul.

Ketika bertunang ini, dibenarkan pergi makan bersama. Tetapi bawalah keluarga. Bukanlah lebih indah dan lebih terjaga?Bukan tidak dibenarkan keluar bersama. Tetapi bawalah keluarga. Bukankah itu lebih cantik dan terjaga?

Saya jujurnya, saya keluar makan dengan tunang saya juga. Saya keluar shopping dengan dia.Tetapi dengan keluarga kami. Kami ditemani kedua-dua ibu bapa kami.

Saya beri hadiah kepada dia. Dia beri hadiah kepada saya. Bahkan kami berbincang lagi dengan kedua-dua ibu bapa kami, hendak bagi hadiah apa.

Saya sering sahaja berziarah ke rumahnya semasa saya pulang ke Malaysia. Bersembang dengan kedua-dua ibu bapanya. Bersilaturrahim dengan abang-adiknya.

Tidak perlu pun saya bercouple berdua-duaan dengannya untuk mengenalinya.

Tetapi saya amat yakin saya mengenali tunang saya. Semestinya bukan 100%, tetapi cukup untuk saya kata, dia adalah yang terbaik saya mampu cari setakat ini untuk diri saya. Cukup untuk menyenangkan hati saya, bahawa bakal isteri saya nanti adalah yang sesuai dengan saya.Banyak lagi kalau hendak diceritakan antara saya dengan tunang saya.

Tetapi indah rasanya kalau cerita itu semua selepas kami berkahwin nanti insyaAllah.

Kena minta izin dia dulu. ^^

Nah.Siapa kata kalau tak couple maka tak kenal?

Tidak perlu couple pun. Tidak perlu merendahkan maruah kita pun. Tidak perlu berhubung bebas pun.

Kenal tetap dapat kenal.

Bahkan, dapat menjaga kehormatan diri, bersih, jauh dari maksiat dan sebagainya.

Penutup: Sesiapa yang faham keluasan Islam, maka dia akan senang dengannya.

Ramai yang tidak mengetahui keluasan Islam.

Ramai agamawan, hanya tahu memberitahu batasan itu dan ini, itu dan ini. Hingga kadangkala mengharamkan yang halal. Kononnya untuk menjaga. Perkara ini banyak menimbulkan kekacauan sebenarnya. Pada saya, kalau hendak menjaga ketat-ketat sangat, sampai jumpa pun tidak, sampai bincang pun tidak, tak patutlah sebenarnya.

Yang Islam bagi tu, bagilah. Kenapa mesti hendak tak bagi.

Bila cerita apa yang Islam tak bagi, patut tunjukkan apa yang Islam bagi.kena faham bukansemua orang faham Islam macam orang agama faham.

Jadi, kepada yang masih tidak memahami perkara ini(cinta, bina rumah tangga cara Islam n so on), perhatikanlah artikel saya ini.

Mana kurangnya? Bahkan banyak lebihnya.

Anda jauh dari maksiat. Anda jauh dari kerosakan maruah.

Anda berada dalam rahmat Allah.

Kenal dapat kenal. Kahwin dapat kahwin. Bahagia insyaAllah bahagia.

Maka di mana downsidenya?

Memanglah mungkin kelihatan tidak seromantis mereka-mereka yang keluar-keluar berdua-dua(atau secara berkumpulan) itu. Tetapi yakinlah, sebentar sahaja benda ini. Selepas kahwin, nah, pergilah ke tepi pantai, pergilah ke shopping complex, nak share satu cawan satu straw, nak share satu pinggan satu sudu satu garfu, semua boleh. Jangan risau. ^^

Lagipun, anda perhatikanlah.

Kalau benar cinta, mestilah hendak ke syurga Allah SWT.

Jadi, apa kes kita buat benda yang tak syar'ie atas nama cinta?

Itukan membawa ke neraka? Maka bagaimana itu boleh dinamakan cinta?

So, siapa kata tak couple maka tak kenal?

Sumber :: Hilal Asyraf

blogger widgets