Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

~AhLaN wAsAhLan....sELamAt dAtAng kE prOfiLE aNa bAkAL jEnAzAh~

~jAgA diRi..jAgA imAn..jAgA hAti..jAgA kEsElurAhannya..^__^~


salam seindah seharum kasturi

moga ukhwah kita harum mekar mewangi hingga ke syurga
dielahmujahidah90. Powered by Blogger.
~Ketika Cinta Memanggil Part 3~




****************************************************************

Ada tiada rasa dalam jiwa
Rindu akan memanggil-Mu
Karna setiap jiwa t'lah bersumpah
Setia hanyalah kepada-Mu

Bila cinta ada di dalam jiwa
Wangi bunga dunia tanpa nestapa
Segala yang dirasa hanyalah Dia
Hati 'kan memuja hanya pada-Nya

Ketika cinta memanggil
Gemetar tubuhku
Ketika cinta memanggil
Hangatnya nafasku
Ketika cinta memanggil
Menderu sang rindu
Ketika cinta memanggil

Rindu... rindu... rindu qalbu
Memanggil-manggil nama-Mu
Seperti terbang di langit-Mu
Tenggelam di lautan cinta-Mu

Bertabur qalbu yang rindu
Melebur menjadi satu
Bagai menari diiringi pelangi
Ketika cinta memanggil...

Lagu nyanyian dari Opick di dengar beberapa kali. Tidak sesekali Wardatul Shauqah merasa bosan memainkan lagu itu. Di rasakan lagu itu begitu tepat mengenai batang hidungnya sendiri. Entah apa lah yang bermain di benak fikirannya, hanya Allah dan dia saja yang tahu gelodak jiwa yang melanda diri nya. Lalu di capai Baby Green nya dan tangannya laju menekan keyboard laptopnya.

~Surat Cinta Untuk Jiwa~

Surat ini kutujukan untuk diriku

sendiri serta sahabat-sahabat

tercintaku yang insyaAllah tetap

mencintai Allah dan RasulNya di atas

segalanya, kerana hanya

cinta itu yang dapat mengalahkan

segalanya, cinta hakiki yang membuat

manusia melihat segalanya dari sudut

pandangan yang berbeza, lebih bermakna

dan indah.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan

hati sahabat-sahabat tercintaku yang

kerap kali terisi oleh cinta selain

dariNya, yang mudah sekali terlena

oleh indahnya dunia, yang terkadang

melakukan segalanya bukan keranaNya,

lalu di ruang hatinya

yang kelam merasa senang jika dilihat

dan dipuji orang, entah di mana

keikhlasannya. Maka saat merasakan

kekecewaan dan kelelahan kerana

perkara yang dilakukan tidak

sepenuhnya berlandaskan keikhlasan,

padahal Allah tidak pernah menanyakan

hasil. Dia akan melihat kesungguhan

dalam berproses.

Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku

serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku

yang mulai lelah menapaki jalanNya

ketika seringkali mengeluh, merasa

dibebani bahkan terpaksa untuk

menjalankan tugas yang sangat mulia.

Padahal tiada kesakitan, kelelahan

serta kepayahan yang dirasakan oleh

seorang hamba melainkan Allah akan

mengampuni dosa-dosanya.

Surat ini kutujukan untuk ruh-ku dan

ruh sahabat-sahabat tercintaku yang

mulai terkikis oleh dunia yang menipu,

serta membiarkan fitrahnya tertutup

oleh maksiat yang dinikmati, lalu di

manakah kejujuran diletakkan? Dan kini

terabailah sudah nurani yang bersih,

saat ibadah hanyalah sebagai rutin

belaka, saat jasmani dan fikiran

disibukkan oleh dunia, saat wajah

menampakkan kebahagiaan yang penuh

kepalsuan. Cuba lihat disana! Hatimu

menangis dan meranakah?

Surat ini kutujukan untuk diriku dan

diri sahabat-sahabat tercintaku yang

sombong, yang terkadang bangga pada

dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun

yang membuat kita lebih di hadapanNya

selain ketakwaan. Padahal kita

menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan

merasakan mati, namun kita masih

bergulat terus dengan kefanaan.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan

hati sahabat-sahabat tercintaku yang

mulai mati, saat tiada getar ketika

asma Allah disebut, saat tiada sesal

ketika kebaikan berlalu begitu sahaja,

saat tiada rasa takut padaNya ketika

maksiat dilakukan, dan tiada merasa

berdosa ketika menzalimi diri sendiri

dan orang lain.

Akhirnya surat ini kutujukan untuk

jiwa yang masih memiliki cahaya

meskipun sedikit, jangan biarkan

cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan

cahaya itu hingga ia dapat menerangi

wajah-wajah di sekeliling, memberikan

keindahan Islam yang sesungguhnya

hanya dengan kekuatan dariNya "

Ya..Allah yang maha membolak-balikkan

hati, tetapkan hati ini pada agamaMU,

pada taat kepadaMu dan dakwah di

jalanMu "

Wallahualam bisshawab

Semoga dapat membangkitkan iman yang

sedang mati atau jalan di tempat,

berdiam diri tanpa ada sesuatu

amalanpun yang dapat dikerjakan.

Kembalikan semangat itu sahabat-

sahabat tercintaku.. ... Ada Allah dan

orang-orang beriman yang selalu

menemani di kala hati "lelah"....

“Wardah, Humaira’ bukan apa. Humaira’ tak nak Wardah menyesal di kemudian hari. Macam Humaira’ tak tau dalam hati Wardah ada siapa......” Tersentak hati Wardah bila teringatkan kata2 Humaira’ pada malam sebelum mereka pulang bercuti semester.

“Ya Allah Ya Halim, benarkah keputusan yang aku buat ni? Ya Allah, yakinkan aku dengan janji2 Mu. Yakinkan aku dengan Qada’ dan Qadar Mu. Tetapkanlah keputusan ku Ya Allah. Jangan Kau ragui aku dengan bisikan dusta dari syaitan2 yang sentiasa ingin menyesatkan kami. Tetapkanlah hati ku Ya Rahim. Hanya Kau yang bisa mendengar dan memperkenankan segala rasa hati ku..amin....”

“Jauhi aku dari terus mengingati dirinya........”

Terkadang..

Hatiku terfikir di mana ‘Zaujiku’,

Itulah ungkapan yang selalu bermain di benakku,


Terkadang..

Aku terfikir adakah dikau berada di sampingku,

Ataupun jauh berbatu..


Terkadang aku terfikir..

Mengapa diriku tak berpunya ketika semua rakanku di alun pasangan,

Diriku keseorangan tanpa berteman..

Tersedar aku dari lamunan,

Segala fikiran adalah panahan syaitan,

Ku kembali pada Al Quran dan As Sunnah,

Jodoh pertemuan di tangan Tuhan.


Namun,

Ku tahu..

Temanku adalah Allah,

Pencipta Cinta..

TanpaNya,

Kita tak kan bersatu..

TanpaNya,

Kita tak kan menunggu penuh setia..


Zaujiku,

Bersabarlah menanti hari,

Bekalkanlah dirimu dengan ilmu2 Allah,

Moga Islam menjadi Tiang keluarga kita,

Bekalkanlah dirimu dengan ilmu2 Allah,

Moga dirimu tetap teguh berjihad melawan nafsu,

Bekalkanlah dirimu dengan ilmu2 Allah,

Moga dikau tetap bermujahadah.

Namun, ku harapkan doa darimu jua,

Moga kita tetap bersatu.


Ku yakin,

Bila tiba masanya nanti,

Akan terbuku hijab antara kita,

Disitulah tempat kita meneruskan perjuangan Islam bersama2.


By : Wardatul Shauqah

Date : 14 March 2008

Bingkisan hati Wardah yang tercatat 3 Tahun yang lepas, di baca berulang kali.

“Ya Allah, mungkin sudah sampai dan termakbul apa yang aku doakan padaMu selama ini. Permudahkan aku ya Allah dalam menghadapi semua ini. Ikhlaskanlah diriku untuk belajar mencintai bakal suamiku kelak. Jauhkan ‘dia’ dari ingatanku. Esok rasminya aku bakal menjadi tunangan orang. Ikhlaskanlah aku Ya Allah......”

************************************************************

bersambung...

2 comments:

Nazihah@Jiha said...

Indah kata2 itu kak..menusuk hati..
tak sabar nak tunggu part4..:) makin bertambahlah power spek mata ni..hehe

sEindAh mAwAr bErdUri said...

huhu....jangan2..kak dilah xnak bertanggungjawab...ehehehe..ok2..insyaAllah..ada idea, kak dilah menulis ye..=)